Info agamaTazkirahUSM - Sihabuddin Muhaemin,

10 Keistemewaan Memiliki Hati Yang Bersih (QOLBUN SALIM).

Hati yang salim adalah hati yang bersih dan selamat dari segala bentuk perkara yang menyalahi perintah dan larangan Allah SWT, bersih dan selamat dari segala bentuk syubhat yang bertentangan dengan perintah-Nya, bersih dan selamat dari peribadatan kepada selain-Nya dan selamat dari berhukum dengan hukum selain hukum Allah SWT dan  rasul-Nya.

Hati yang bersih dalam mencintai Allah SWT, takut, berharap, bertawakal, kembali dan menghinakan diri hanya kepada Allah SWT. Hati yang mengutamakan keridhaan-Nya dalam segala keadaan, menjauhkan diri dengan segala cara dari hal-hal yang akan mendatangkan murka-Nya.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an surah Asy-Syu’araa’ ayat 87-89:

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ (87) يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

Ertinya:
“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (iaitu) di hari harta dan anak-anaki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim (bersih).” (QS. Asy-Syu’araa : 87-89)

Apakah yang dimaksud dengan hati yang salim dalam ayat diatas?

Ibnu Katsiir rahimahullah berkata: “iaitu bersih dari kotoran (maksiat dan bid’ah) dan kesyirikan.”

Muhammad bin Siiriin rahimahullah berkata: “Hati yang salim adalah hati yang mengetahui bahwa Allah SWT adalah Yang Maha Haq, hari Kiamat tidaklah diragukan lagi kedatangannya dan Allah SWT akan membangkitkan siapa sahaja yang berada dalam kubur.”

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Hati yang salim  iaitu hati yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang wajib  disembah melainkan hanya  Allah SWT semata-mata.”

Mujahid, al-Hasan dan lainnya rahimahumullah berkata: “iaitu yang selamat dari kesyirikan.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 6/149)

Seorang hamba yang beriman kepada Allah SWT dan memiliki hati yang salim,  akan diberikan 10 keistimewaan  iaitu:

1. Hatinya akan sentiasa hidup.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-An’am ayat 122 :

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.

Ertinya:
“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 122).

2. Hati yang akan menjadi Asy-Syifaa (obat/penawar) bagi penyakit rohani.

Allah SWT berfirman dalam surah Yunus ayat 57:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ.

Ertinya.
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman..” (QS. Yunus: 57).

Madu adalah obat bagi badan, iman adalah obat bagi hati, sedangkan ilmu obat bagi akal dari kejahilan agama.

3. Hati yang di penuhi dengan ketakwaan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hujuraat ayat 3:

إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ.

Ertinya:
“Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah SAW  mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah SWT untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” [QS. Al-Hujuraat: 3.

4. Hati yang di penuhi dengan hidayah.

Allah SWT berfirman dalam surah at-Taghabuun ayat 11:

وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ.

Ertinya:
“dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taghaabun: 11)

5. Hati yang kukuh dengan keimanan,

Firman  Allah SWT dalam Surah Al-Mujadilah ayat 22 :

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ.

Ertinya:
“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” [QS. Al-Mujaadalah: 22]

6. Hati yang sentiasa dalam ketenangan (Sakinah).

Allah SWT  berfirman dalam al-Qur’an surah Al-Fath ayat 4:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا.

Ertinya:
“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara yang ada di langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Fath: 4)

7. Hati yang mengajak kepada nilai Persaudaraan.

Firman  Allah SWT dalam Surah Al-Anfal ayat 63 :

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ.

Ertinya:
“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfaal: 63)

8. Hati yang di penuhi dengan ketenangan.

Allah SWT berfirman dalam surah Ar-Ra’ad ayat 28 :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ.

Ertinya:
“(Iaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra’ad: 28).

9. Hati yang akan melahirkan rasa Cinta kepada Allah SWT.

Firman  Allah SWT dalam Surah Al-Hujuraat ayat 7:

وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ.

Ertinya:
“Tetapi Allah SWT  menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu.” (QS. Al-Hujuraat: 7)

10. Hati yang dapat menjaga diri dari amalan yang buruk.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hujuraat ayat 7:

وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ.

Ertinya:
“Tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS. Al-Hujuraat: 7)

Semoga Allah SWT  menjadikan hati kita hati yang salim, yang dengannya hati kita akan mendapat 10 kemulyaan disisi  Allah SWT.

Ya Allah jadikan hati kami hati yang salim, hati yang kuat dalam  berpegang teguh pada jalan-Mu serta dapat melakukan amalan-amalan sholeh untuk bekalan akhirat kelak. Aamiinn Yaa Robbal ‘Aalamiin !!!!!

USM – Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH. 
(Shah Alam, Jumaat 29 Safar 1437 H)
(Shah Alam, Jumaat 11 Disember 2015).

Jangan Lupa Klik Sini
Tidak terasa 6 hari sudah USM berada di bumi Makkah al-Mukarramah dan hanya berbaki dua
Apa keistemewaan Kota Madinah? Sudah 9 hari USM tidak berkongsi TAZKIRAH dengan para  pembaca kerana
Kesombongan manusia. Kenapa? Allah SWT menciptakan manusia dengan kelebihan masing-masing. Namun tak sepatutnya Manusia menyombongkan
Manusia dalam menjalani kehidupan, tidak dapat melarikan diri dari pada ujian dan cubaan Allah SWT. 

Leave a Comment

CommentLuv badge

%d bloggers like this: