buku

14 KEUTAMAAN ORANG YANG BERILMU.

Apa keutamaan orang yang beriman. Update kali ini perkongsian yang menarik dari Ustaz Sihabuddin Muhaemin. Sudah tiga hari tak berkongsi ilmu. Thank ustaz.

Menurut  bahasa al-ilmu (العلم) adalah lawan dari al-jahlu (الجهل), artinya mengetahui sesuatu dengan pasti sesuai dengan hakekat yang sebenarnya.

Adapun ilmu yang kita maksud di sini adalah ilmu syar’i, yaitu ilmu yang diturunkan Allah SWT  kepada Rasulullah SAW  yang berupa penjelasan dan petunjuk.

Ilmu yang wajib dicari oleh manusia ada dua:

1. Ilmu dunia.
Iaitu ilmu yang diberikan Allah SWT kepada orang yang disukai dan yang tidak disukai oleh-Nya.

2. Sedangkan ilmu agama.
Iaitu ilmu yang diberikan Allah SWT hanya kepada orang yang dicintai-Nya.

Inilah di antara makna hadits Rasulullah SAW:

مَنْ يُرِدِ الله بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ.

Ertinya:
Barang siapa yang dikehendaki kebaikan, maka Allah akan pahamkan dia dalam urusan agama. (HR. Bukhari).

Dan juga makna hadist Rasulullah SAW yang lain:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ.

Ertinya:
Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Quran dan mengajarkannya. (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, ilmu yang dimaksud dalam al-Quran dan Hadits adalah ilmu agama, bukan ilmu dunia. Hendaklah ilmu agama wajib dicari oleh setiap individu  Muslim.

Ibnul Qoyyim  menyebutkan:

الْعِلْمُ قَالَ الله وَقَالَ رَسُوْلُهُ              قَالَ الصَّحَابَةُ هُمْ أُوْلُوْ الْعِرْفَانِ.

Ertinya:
Ilmu adalah firman Allah SWT  dan sabda Rasulullah SAW
Serta perkataan shahabat, merekalah pemilik pengetahuan.

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin  berkata dalam  Kitabul ‘ilmi  (hal. 15-18) tentang keutamaaan ilmu agama, antara lain:

1 Ilmu agama adalah warisan para nabi.

Ilmu agama merupakan warisan yang lebih mulia dan lebih berharga dari segala macam warisan dunia.

Rasulullah SAW bersabda:

الْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ، وَالأَنْبِيَاءُ لَمْ يُوَرِّْثُوْا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا، وَإِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ،
فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّْ وَافِرٍ.

Ertinya:
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barang siapa mengambilnya niscaya telah mengambil keuntungan yang banyak. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, at-Tirmidzi).

2.  Ilmu akan tetap kekal meskipun pemiliknya telah meninggal dunia, sedangkan harta yang menjadi rebutan manusia pasti akan habis.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.

Ertinya:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”. (HR. Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad).

3. Orang yang  berilmu tidak menyusahkan pemiliknya.

Orang berilmu tidak memerlukan gedung yang besar untuk meletakannya, cukup disimpan dalam dada dan kepala. Bahkan ilmu agama itu akan menjaga pemiliknya. sehingga memberi rasa aman di dunia dan di akhirat.

Lain halnya dengan harta yang semakin bertambah dan  bertumpuk, semakin susah mencari tempat untuk  menyimpannya, belum lagi harus menjaganya dengan susah payah bahkan meresahkan jiwa pemiliknya.

4. Ilmu akan menghantarkan manusia untuk menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah SWT.

Allah SWT  berfirman dalam surah Ali-Imran, ayat 18:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ.

Ertinya:
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan yang demikian itu. (QS. Ali-Imran : 18).

5. Para ulama merupakan golongan manusia yang  diperintahkan Allah SWT untuk mentaatinya.

Allah SWT  berfirman dalam surah An-Nisa ayat 59:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ…

Ertinya:
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu… (QS. an-Nisa`: 59).

Ulil amri disini mencakupi pemimpin dan ulama. Ulama berkewajiban menjelaskan syariat Allah SWT dan mengajak manusia kepada  jalan Allah SWT.

Sedangkan tugas  pemimpin adalah menjalankan syariat dan mewajibkan manusia untuk menegakannya.

6. Para ulama  adalah golongan yang tetap kuat dalam menegakkan Syariat Allah SWT sampai datangnya hari kiamat.

Hal ini berdasarkan hadis dari Mu’awiyah RA bahwa beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

لَا يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ، وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ.

Ertinya:
“Akan senantiasa ada dari umatku sekelompok orang yang menegakkan perintah Allah SWT. Tidak memudlaratkan mereka orang yang menelantarkan mereka dan orang yang menyelisihi mereka, hingga datang ketentuan Allah SWT, dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu”. (HR. Bukhari, dan Muslim).

7. Rasulullah SAW  tidak membolehkan seseorang hasad/dengki terhadap nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada manusia, kecuali dalam dua perkara.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

لا حسد إلا في اثنتين : رجل آتاه الله مالا فهو ينفقه آناء الليل وأناء النهار ، ورجل علمه الله القرآن فهو يقوم به آناء الليل وآناء النهار.

Ertinya:
“Tiada hasad melainkan dalam dua perkara: lelaki yang diberikan Allah harta kemudian dia menginfaqkan sepanjang malam dan siang dan lelaki yang Allah ajarkan al-Quran kemudian dia mengamalkannya sepanjang malam dan siang”. (HR. Bukhari & Muslim).

8. Ilmu adalah jalan petunjuk  menuju syurga Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ الله لَهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ.

Ertinya:
Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah SWT memudahkan baginya jalan menuju surga. (HR. Muslim).

9. Ilmu agama  merupakan tanda kebaikan seorang hamba Allah SWT.

Tidaklah akan menjadi baik kecuali orang yang berilmu, sekalipun bukan jaminan mutlak orang  yang  berilmu mesti menjadi baik.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ يُرِدِ الله بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ.

Ertinya:
“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan, Allah akan pahamkan ia dalam masalah agama”. (HR. Bukhari dan  Muslim).

10.  Ilmu adalah cahaya bagi seseorang.

Ilmu menerangi kehidupan seorang hamba sehingga dia tahu bagaimana  beribadah kepada Allah SWT  dan bermuamalah dengan hamba Allah SWT, sehingga di akan selalu berjalan di dunia ini di atas landasan ilmu.

Allah SWT  berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 15-16:

قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.

“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”
(QS. Al-Maidah : 15- 16).

11.  Allah akan mengangkat darjat orang-orang yang berilmu di dunia dan di akhirat.

Allah SWT  akan angkat darjat orang yang berilmu ditengah-tengah umat manusia sesuai dengan tingkat amal yang ia tegakkan.

Sedangkan di akhirat Allah SWTakan mengangkat darjatnya sesuai dengan derajat ilmu yang telah diamalkan dan yang di dakwahkannya kepada orang lain.

Allah SWT  berfirman dalam surah  Al-Mujadilah, ayat 11:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَات…ٍ

Ertinya:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..”. (QS. al-Mujadilah : 11).

12. Ilmu agama akan menyelamatkan manusia dari pada laknat Allah SWT.

Rasulullah SAW  bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ ما فيها إلا ذِكْرُ اللَّهِ وما وَالَاهُ وَعَالِمٌ أو مُتَعَلِّمٌ.

Ertinya:
“Sesungguhnya dunia itu terlaknat, terlaknat segala isinya, kecuali zikir kepada Allah dan amalan- amalan ketaatan, demikian pula seorang yang alim atau yang belajar.”
(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah).

13. Ilmu itu lebih utama dari pada ibadah.

Rasulullah SAW  bersabda:

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ على الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ على سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

Ertinya:
“ Dan Sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah, seperti keutamaan bulan dimalam purnama dibanding seluruh bintang- bintang.” (HR.Abu Dawud, Ibnu Majah).

14. Islam mengajarkan umatnya untuk menambahkan ilmu.

Sebagai seorang muslim, kita diperintahkan untuk meminta kepada Allah SWT agar bertambah ilmu sebagaimana Rasulullah SAW telah memintanya.

Allah ta’ala berfirman dalam surah Thoha, ayat 114:

وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Ertinya:
“Dan katakanlah: Wahai Robb-Ku tambahkanlah ilmu kepadaku”. (QS. Thoha: 114)

Itulah diantara sebahagian keutamaan ilmu yang akan diperolehi oleh pemiliknya.

Ya Allah karuniakan kepada kami ilmu yang berkat lagi  manfaat. Jadikan kami hamba-Mu yang dapat mengamalkan ilmu yang telah kami pelajari. Mudah-Mudahan ilmu yang kami amalkan dapat membantu kami dalam menjalani kehidupan kami  di dunia dan di akhirat nanti. Aamiinn Yaa Robbal ‘Aalamiin !!!!!

Wallahu A’lam.
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat.
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

TERIMA KASIH. 
(Shah Alam, Sabtu  17 Safar 1437 H).
(Shah Alam, Sabtu 28 November 2015).

Jangan Lupa Klik Sini
Tips untuk menjadi pelajar yang berjaya 1. Kita mesti percaya bahawa kita pada asalnya berjaya
Intipati Kuliah Subuh Ustaz Halim Nasir al Hafiz di Masjid Husnul Khatimah, Kg Semerah Padi.
Apa yang menarik tentang burger king menyarung castom Mc Donald. Ini berlaku di ketika perayaan Halloween
Kalau di Sarawak amalan suap menyuap suami isteri dimulakan semasa persandingan. Kini barulah saya faham

Leave a Comment

CommentLuv badge

%d bloggers like this: