buku

14 Sifat Suami Yang Dibenci Isteri

Suami adalah kepala atau ketua dalam sesebuah rumah tangga. Mereka memimpin istri dan anak-anaknya, yang  akan  di pertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam al-Qur’an Surah An-Nisa ayat  34:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّه…

Ertinya:
“Kaum laki-laki  adalah pemimpin bagi kaum wanita disebabkan Allah SWT telah melebihkan sebagian mereka (kaum pria) di atas sebagian yang lain (kaum wanita) dan disebabkan kaum adam telah membelanjakan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah SWT lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah SWT telah memelihara (mereka)”. (QS. An-Nisa: 34).

Istri  adalah manusia yang juga mempunyai hak untuk tidak suka kepada suami karena beberapa sifa-sifatnya yang negatif.

Suami yang baik adalah suami yang taat perintah Allah SWT, baik di mata manusia, terlebih lagi  baik di mata istri dan anak-anaknya.

Beberapa sifat laki-laki yang di benci dan tidak di sukai wanita. Diantaranya adalah:

1. Suami  yang jahil agama.

Suami adalah kepala rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan ajaran agama dalam keluarga untuk memastikan isteri dan anak-anaknya menjadi insan yang taat terhadap perintah Allah SWT.

2. Suami yang tidak mempunyai matlamat hidup yang jelas.

Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan Allah SWT  bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia.

tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada-Nya . Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.

Namun yang banyak terjadi sekarang , adalah bahwa banyak  para suami yang menutup-nutupi dosa dan kemaksiatan. Isteri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah SWT.

3. Suami yang bersifat keras dan  kasar terhadap isteri.

Allah SWT  memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para isteri dengan lemah lembut:

Allah SWT berfirman dalam surah An-Nisa, ayat  19:

ٍ ..وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ…

Ertinya:
“…Dan pergaulilah  para isteri itu dengan perlakuan yang baik”. (QS. An Nisa: 19).

Banyak para suami sekarang yang menganggap isteri sebagai hamba suruhan. Ia dibantai dan disakiti semahunya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan.

4. Suami yang bersikap  Sombong dan ego.

Sombong adalah sifat syaitan. Allah SWT  melaknat Iblis adalah karena kesombongannya.

Kesombongan sangat bertentangan dengan naluri  wanita. Karena itu para isteri yang baik tidak suka mempunyai suami yang sombong dan ego.

Dalam keseharian kerap  terjadi banyak suami yang  tidak mahu mendengarkan nasihat  isteri kerana kesombongan dan keegoannya.

5. Suami yang bersifat tertutup.

Suami yang baik adalah suami yang  terbuka kepada isterinya sebagai mana isteri juga bersifat terbuka kepada  suaminya.

Namun  banyak terjadi sekarang, para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada isterinya.

Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para isteri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup.

6. Suami yang tidak mempunyai pendirian.

Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang tegas dan mempunyai pendirian. Tegas dalam arti memiliki  sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil satu keputusan.

7. Suami yang bersifat pembohong.

Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya.

Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur  karena kebohongan suami. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang isteri.

Oleh Karena itu banyak para isteri yang sanggup bercerai karena tidak sanggup hidup dengan suami pembohong.

8. Suami yang mudah berputus asa.

Para istri menginginkan suami yang tegar, bukan suami yang cepat putus asa.

Para istri menyukai suami yang selalu tegar dalam erti penuh semangat dan tidak kenal erti lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

9. Suami yang Pengecut.

Sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan dalam rumah tangga. Banyak isteri yang terbantut keinginannya karena sikap pengecut suaminya.

Banyak  isteri yang tersiksa batin karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Berani dengan penuh pertimbangan yang matang.

10. Suami yang pemalas.

Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang terlepas karena kemalasan seorang suami.

Malas kerap kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan tersepit. Para isteri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas.

Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalahan. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai pergaduhan karena suami yang pemalas.

11. Tidak mengambil berat tentang  anak-anak.

Mendidik anak bukan  sahaja  tanggung jawab seorang isteri melainkan tanggung jawab  suami juga.

Sekarang banyak kita saksikan seorang ayah sangat acuh dan tidak endah  pada anak-anaknya . Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.

12. Suami yang mahu menang sendiri.

Setiap manusia normal mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak  isteri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri dan hanya mahu menang sendiri.

Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika  isterinya bercakap. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak isteri mengungkapkan perasaan hatinya.

Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat untuk  mengadu dan mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu berlapang dada.

13. Suami yang Jarang berkomunikasi.

Banyak  isteri merasa kesepian ketika  suami pergi atau di berada luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang sesekali  menelpon isterinya.

Ingatlah bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu  berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.

14. Suami yang Tidak kemas dan Tidak Harum.

Para isteri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi dan  bersih .

Ketika seorang suami kemas dan bersih,  isteri akan merasa  bangga karena orang yang melihat  pasti akan terkesan bahwa isteri betul dalam mengurusnya.

Sebaliknya ketika suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan terkesan bahwa ia tidak diurus oleh isterinya.

Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa perasaan  seorang isteri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bau yang tidak menyenangkan.

Ya Allah anugerahkan kepada kami  suami yang soleh yang sentiasa  membimbing kami untuk  menjalani kehidupan kami. Jadikan suami kami sebagai insan yang taat kepada perintah-Mu. Mudah-Mudahan rumah tangga kami sentiasa mendapat taufik dan hidayah-Mu.  Aamiinn Yaa Robbal ‘Aalamiin !!!!!

Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

(Shah Alam, 28 Muharram 1437 H).
(Shah Alam, 11 November 2015).

Jangan Lupa Klik Sini
Tips untuk menjadi pelajar yang berjaya 1. Kita mesti percaya bahawa kita pada asalnya berjaya
Intipati Kuliah Subuh Ustaz Halim Nasir al Hafiz di Masjid Husnul Khatimah, Kg Semerah Padi.
Apa yang menarik tentang burger king menyarung castom Mc Donald. Ini berlaku di ketika perayaan Halloween
Kalau di Sarawak amalan suap menyuap suami isteri dimulakan semasa persandingan. Kini barulah saya faham

Leave a Comment

CommentLuv badge

%d bloggers like this: