TazkirahUSM - Sihabuddin Muhaemin,

7 Sifat Binatang Yang Ada Pada Diri Manusia.

Sifat  Binatang Yang Ada Pada Diri Manusia. Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT  dengan sebaik-baik bentuk,

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an surah at-Tin ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Ertinya:
“Sesungguhnya “Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS. At-Tin : 4).

Namun demikian, kebaikan bentuk manusia  tersebut  tidak menjamin kebaikan budi, perangai terlebih akhlak. Semua kembali pada manusia itu sendiri. Jika iman yang diutamakan, insya Allah ia selamat dari sifat seperti  binatang.

Namun, jika sebaliknya, maka seorang manusia akan memiliki sifat-sifat seperti  binatang yang hanya bertujuan   kesenangan dan nafsu  syahwat semata-mata.

Di Dalam Al-Qur’an ada tujuh jenis binatang yang sifat-sifatnya terdapat dalam diti manusia iaitu:

1. Seperti anjing

Anjing sangat tunduk, patuh dan setia kepada siapapun yang memberi makan dan minum, meskipun dia seorang penjahat.

Manusia yang seperti anjing tidak mau tunduk kepada ayat-ayat Al-Qur’an yang telah diturunkan, dihalau atau tidak ia tetap akan menjulurkan lidahnya.

Allah SWT berfirman dalam surah al-A’raf ayat 176:

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Ertinya:
“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.”

(QS: Al-A’raf: 176).

 

2. Seperti binatang ternak

Binatang ternak tidak memiliki keistimewaan, nilainya hanya terletak pada beratnya, sedang binatang peliharaan karena kelebihan atau keistimewaan.

Apabila manusia seperti binatang ternak, kedudukannya sudah begitu rendah dari binatang peliharaan

Allah SWT berfirman dalam surah Surah Al-A’raf, ayat  179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ.

Ertinya:

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

(QS. Al-A’raaf  : 179).

3. Seperti kera/monyet .

Kera atau monyet adalah binatang yang tamak , ketamakan tersebut merupakan perumpamaan kepada orang-orang Yahudi yang  menjadikan mereka suka melanggar ketentuan Allah SWT yang di perintahkan kepada mereka.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 65:

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَواْ مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Ertinya:
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina.”

(QS. Al-Baqarah: 65).

Ironinya, setelah melakukan pelanggaran, mereka justeru tidak merasa bersalah, malahan bangga dengan  kesalahan yang telah dilakukannya.

 

4. Seperti babi.

Babi bukan hanya suku dengan kekotoran, tetapi juga tidak memiliki rasa cemburu, ia akan membiarkan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan pihak lain terhadap keluarganya, begitulah apabila manusia memiliki karakter babi dalam dirinya.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 60:

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَلِكَ مَثُوبَةً عِندَ اللّهِ مَن لَّعَنَهُ اللّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُوْلَـئِكَ شَرٌّ مَّكَاناً وَأَضَلُّ عَن سَوَاء السَّبِيلِ

Ertinya:
“Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi  dan (orang yang) menyembah thaghut ?”. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.”

[QS. Al-Maaidah: 60).

5. Seperti laba-laba.

Dalam hidup manusia sekarang ini, banyak manusia yang berlindung kepada selain AllahSWT. Mereka membentengi dirinya dengan bangunan-bangunan yang mereka persenjatai diri dengan persenjataan canggih dengan  teknologi, bahkan ada yang melindungi dirinya dengan syaitan dengan jampi-jampi, azimat, penangkal dan lain sebagainya selain daripada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ankabuut ayat  41:

 

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاء كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتاً وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabuut : 41).

 

6. Seperti nyamuk.

Iaitu orang yang kelakuannya hanya mengganggu orang lain, sehingga tidak disukai manusia lainnya. Mencari nafkah dengan menyakiti dan mengambil hak orang lain dan bila makan suka berlebihan hingga akhirnya mati karena kekenyangan.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah, ayat  26:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

Ertinya:

“Sesungguhnya Allah SWT  tiada  malu  membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah SWT  menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan AllahSWT, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah SWT kecuali orang-orang yang fasik”.

(QS. Al-Baqarah: 26).

7. Seperti keledai

Iaitu manusia bodoh karena tidak tetap dengan  ajaran yang datang dari Allah SWT yang diyakininya, akan tetapi tetap  diabaikannya ajaran tsb.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Jumu’ah ayat 5:

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Ertinya:
“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT  itu. Dan Allah SWT  tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”

(QS: Al-Jumu’ah : 5).

Demikianlah tujuh jenis sifat binatang yang  menjadi tabiat dan watak manusia. Oleh karena itu, mari bentengi diri dan keluarga agar selamat dan  menjadi makhluk Allah SWT yang terbaik, sehingga selamat dari menjadi manusia bersifat  seperti  binatang. Na’udzubillah min dzalik

Ya  Allah jadikan kami sebagai hamba-Mu yang beriman dan  beramal sholeh. Jauhkan diri kami dari sifat seperti binatang. Terimalah  amal ibadat kami jauhkandiri kami dari siksa neraka.  Aamiinn Yaa Robbal ‘Aalamiin !!!!!

Wallahu A’lam.
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat.
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Kritik Dan Saran Yang Membina Sangat Dialu-alukan.
Sila tlp/sms kami, USM (012-6653988).
Atau layari laman facebook:
USM – Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH.
(Shah Alam,  Sabtu 11 Muharram 1437 H).
(Shah Alam, Sabtu 23 Oktober 2015).

Jangan Lupa Klik Sini
Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang  di muliakan Allah SWT dari 12 bulan  yang 
Apa makna Hijrah? Kata hijrah berasal dari Bahasa Arab, yang berarti meninggalkan, menjauhkan diri dan
  Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan. Secara khusus Allah
Nota Kuliah ini diterima dari Haji Roslan Mohamad yang telah menyampaikan ceramah sempena Awal Muharam

Leave a Comment

CommentLuv badge

%d bloggers like this: