8 Faktor Utama Keras Hati Manusia

Hati adalah raja dalam kehidupan manusia,  Jika hati lembut dan sensitif, akan mudah terasa dan mata akan mudah menangis. Jika hati keras, akan sukar untuk  menitiskan air mata.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an surah Az-Zumar ayat 23:

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ.

Ertinya:
“Allah Telah menurunkan perkataan yang paling baik (iaitu) Al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi lembut kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah SWT. Itulah petunjuk Allah SWT, dengan Kitab itu Dia memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan barangs siapa yang disesatkan Allah SWT, niscaya tak ada baginya seorang pemimpin pun,” (QS Az-Zumar: 23).

Hati sesungguhnya diciptakan Allah SWT dalam keadaan lembut dan mudah tersentuh. Namun seiring perjalanan waktu, banyak hal yang menjadikan hati kita menjadi keras. Sama ada karena kemaksiatan atau tidak melakukan ibadah dan kurang  bertafakur kepada Allah SWT.

Rasulullah bersabda dalam satu  riwayat hadits untuk  berlindung dari hati yang keras dan tidak khusyu’.

اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع ومن قلب لا يخشع ومن نفس لا تشبع ومن دعوة لا يستجاب لها.

Ertinya:
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan,” (HR. Muslim).

Agar hati kita  menjadi lembut, peka, sensitif, khusyu’ dan mudah meneteskan air mata karena takut dan rindu kepada Allah SWT, maka kita  harus memahami faktor  penyebab Kerasnya hati.

Adapun faktor Kerasnya hati manusia ada 8 penyebab iaitu:

1. Melakukan Kemusyrikan, Kekufuran Dan Kemunafikan.

Inilah sebab yang paling utama yang dapat mengeraskan dan  menutupi hati seseorang dari menerima kebenaran.

Allah SWT berfirman dalam surah Ali-Imran ayat 151:

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ.

Ertinya:
“Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, karena mereka telah mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang Allah SWT sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zhalim”. (QS. Ali ‘Imran : 151)

2. Melanggar Perjanjian Yang Dibuat Kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirmandalam surah Al-Maidah ayat 13 :

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً

Ertinya:
“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka kami laknat mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu”. (QS. Al-Maidah :13)

Ketika menafsirkan ayat di atas, Syaikh Abu Bakr Al-Jazairi, “Melanggarnya (perjanjian) dengan (cara) tidak istiqamah dengan apa yang ada di dalamnya yang berupa perintah dan larangan.” (Kitab Aisarut-Tafâsîr I/338).

3. Banyak Bercakap Perkara Yang Tidak Berfaedah (Lagho).

Apa hubungan lisan dan hati? Lisan adalah duta kepada  hati. Islam mengajarkan umatnya untuk bercakap dengan  baik. Jika tidak dapat menjaga  lisannya, maka diam itu lebih baik.

Sebab keimanan seseorang itu berkait erat dengan sejauh mana seseorang itu menjaga lisannya.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

Ertinya:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa, ayat 114:

لَّا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Ertinya:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh  bersedekah, berbuat ma’ruf, atau perdamaian di antara manusia,” (QS. An-Nisa’:114).

Masyarakat kita sekarang, memiliki budaya lebih suka  bercakap pada perkara  yang negatif, seperti ghibah, fitnah  gosip, berbohong, mengolok-olok dan lain sebagainya.

4. Banyak Tertawa.

Tertawa bukan perkara yang dilarang dalam  islam. Rasulullah SAW  sendiri pernah tertawa,  namun hal itu dilakukan sewajarnya dan tidak  berlebihan.

Oleh karena itu jika ingin melembutkan hati kita, harus mengurangkan untuk banyak tertawa.

Rasulullah SAW  bersabda:

لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ.

Ertinya:
“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi dan Ibnu Majah).

Rancangan TV  sekarang banyak  menayangkan acara   lawak yang terkadang lawak yang tidak membawa apa-apa manfaat kepada penonton. Hanya mengarahkan agar  penonton  tertawa terbahak-bahak.

5. Terlalu Banyak Makan.

Ketika seseorang banyak makan, dan terlalu kenyang  secara otomatik ia telah  memperturutkan nafsu pada perutnya.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an Surah Al-Araf, Verse 31:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Ertinya : 
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah-indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan, Sesungguhnya Allah SWT  tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raaf :31).

Rasulullah SAW bersabda:

إياكم والبطنة في الطعام والشراب فانها مفسدة للجسم وتورث السقم عن الصلاة وعليكم بالقصد فانّه اصلح للجسد وابععد من السرف.

Ertinya ;
“Janganlah sekali-kali makan dan minum terlalu kenyang karena sesungguhnya hal tersebut dapat merusak tubuh dan dapat menyebabkan malas mengerjakan salat, dan sederhanakan kalian dalam kedua hal tersebut, karena sesungguhnya hal ini lebih baik bagi tubuh, dan menjauhkan diri dari sifat israf (berlebihan).” (HR. Bukhari)

Bisyr bin Harits berkata, “Dua hal yang dapat mengeraskan hati; banyak bercakap dan banyak makan.” (Kitab Hilyatul-Auliyâ’ VIII/350) .

6. Banyak Melakukan perbuatan Dosa Dan Maksiat.

Sama ada dosa besar atau dosa kecil, keduanya berpengaruh negatif pada hati seseorang.

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Muthaffifin ayat  14:

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Ertinya:
“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka,” (QS. Al Muthoffifin: 14).

Makna ayat di atas diterangkan dalam hadits Rasulullah SAW ada  bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »

Ertinya:
“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan ‘ar raan’ yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’,”(HR Tirmidzi).

7. Teman-teman yang  buruk perangai.

Sebagian ulama salaf berkata, “Kerasnya hati karena empat hal: melampui batas; makan, tidur, bicara, pergaulan.”

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Furqaan ayat 27-29:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً * يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلاناً خَلِيلاً . لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولاً.

Ertinya:
“Dan (Ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: ‘Aduhai kiranya (dulu) Aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.’ Kecelakaan besarlah bagiKu; kiranya Aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia Telah menyesatkan Aku dari Al Quran ketika Al Quran itu Telah datang kepadaku. dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia,”(QS. Al-Furqan: 27-29).

Rasulullah SAW bersabda:

” المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل “

“Seseorang itu tergantung kepada agama teman dekatnya. Maka hendaklah seseorang melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya,” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud).

8. Nyanyian dan alat musik yang melalaikan.

‘Abdullah bin Mas’ud RA berkata:

الْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِى الْقَلْبِ

Ertinya:
Lagu-laguan menumbuhkan kemunafikan di dalam hati”. (HR. al-Baihaqi dalam Syu’abil-Iman VII/107 dan yang lainnya). (Hadits mauquf ini dinyatakan shahih isnad-nya oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Adh-Dha’ifah).

Ya Allah jadikan hati kami lembut dalam  menerima kebenaran. Jauhkan diri kami ya Allah dari perbuatan yang akan mengeraskan hati kami. Mudah-Mudahan amal ibadah kami diterima  di sisi-Mu. Aamiinn Yaa Robbal ‘Aalamiin !!!!!

Wallahu A’lam.
USM – Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH. 
(Shah Alam, Rabu 6 Safar 1437 H)
(Shah Alam, Rabu 18 November 2015).

Jangan Lupa Klik Sini
Intipati Kuliah Subuh Ustaz Halim Nasir al Hafiz di Masjid Husnul Khatimah, Kg Semerah Padi.
Apa yang menarik tentang burger king menyarung castom Mc Donald. Ini berlaku di ketika perayaan Halloween
Kalau di Sarawak amalan suap menyuap suami isteri dimulakan semasa persandingan. Kini barulah saya faham
Kedai gunting lelaki milik orang bumiputra dan Melayu sedikit. Hampir tidak ada.  Itu yang saya

Leave a Comment

CommentLuv badge

%d bloggers like this: