8 KARAKTER PEMIMPIN AKHIR ZAMAN.

Setiap manusia dalam menjalani kehidupan akan melakukan aktiviti kehidupan, dan setiap pekerjaan akan di tanya kembali apa yang telah  dilakukannya.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hijr ayat 92-93:

فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ  عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ.

Ertinya:
“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu”. ( QS. Al-Hijr : 92-93)

Rasulullah SAW bersabda :

الَ أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُم.ْ

Ertinya:
“Ketahuilah…Setiap orang diantara kalian adalah pemimpin yang akan di mintai pertanggung jawabannya, seorang imam adalah pemimpin bagi masyarakatnya dan akan di mintai pertanggung jawabanya tentang kepimpinannya… (HR. Al-Bukhari).

Pada TAZKIRAH hari ini, USM ingin berkongsi sedikit tentang beberapa tanda akhir zaman yang  telah  diramalkan Rasulullah SAW yang berkaitan dengan para  pemimpin.

Diantara ciri-ciri pemimpin akhir  zaman yang  di sebutkan dalam hadits  Rasulullah SAW tersebut diantaranya adalah:

1. Para pemimpin sesat:

Diriwayatkan daripada Aus RA berkata, bahawa Rasulullah SAW bersabda:

إِنِّي لاَ أَخَافُ عَلىَ أُمَّتيِ إِلاَّ الأَئِمَّةَ المُضَلِّينَ.

Ertinya:
“Aku tidak takut (ujian yang akan menimpa) pada umatku, kecuali (ujian) para pemimpin sesat.” (HR. Ibnu Hibban).

Sufyan as-Tsauri menggambarkan mereka dengan mengatakan: “Tidaklah kalian menjumpai para pemimpin sesat, kecuali kalian mengingkari mereka dengan hati, agar amal kalian tidak sia-sia.”

2. Para pemimpin yang jahil agama.

Dari Jabir bin Abdillah RA bahawa Rasulullah SAW berkata kepada Ka’ab bin Ajzah:
أَعَاذَكَ اللهَ مِنْ إمَارَةِ السُّفَهَاءِ.

Ertinya:
“Aku memohon perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.” (HR. Ahmad).

Dalam hadits riwayat Ahmad diatas  dikatakan bahawa maksud  pemimpin yang bodoh adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah SAW. Iaitu  pemimpin yang tidak menerapkan nilai-nilai syariah Islam.

3. Para pemimpin yang menolak kebenaran, dan menyeru pada kemungkaran.

Dari Ubadah bin Shamit RA berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:

سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لاَ تَعْرِفُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا تُنْكِرُونَ فَلَيْسَ لاِؤلَئِكَ عَلَيْكُمْ طَاعَةٌ.

Ertinya:
“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatinya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah).

4. Para penguasa yang memerintah dengan mengancam  dan menekan rakyatnya .

Dari Abu Hisyam as-Silmi RA berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:

سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ.

Ertinya:
“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak suka  dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji mereka) dengan keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi kepada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani).

5. Para pemimpin yang mengangkat pembantu orang-orang jahat (pak turut dan pak angguk) dan selalu  mengakhirkan shalat (mengabaikan syariat).

Dari Abu Hurairah RA yang berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:

يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا.

Ertinya:
“Akan datang di akhir zaman nanti  para penguasa yang memerintah dengan sewenang-wenang, para pembantunya (menteri-menterinya) fasik, para hakim nya menjadi  pengkhianat hukum, dan para ahli hukum Islam (fuqaha’nya) menjadi pendusta. Sehingga, siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, maka sungguh kalian jangan menjadi pemungut cukai , pentadbir , dan polisi kepada mereka (kerana khawatir akan besubahat dengan mereka).” (HR. Thabrani).

6. Para pemimpin yang memerintah dengan diktator (kejam).

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ شَرَّ الوُلاَةِ الحُطَمَةُ.
Ertinya:
“Sesungguhnya seburuk-buruknya para penguasa adalah penguasa al-huthamah (diktator).” (HR. Al-Bazzar).

Pemimpin al-huthamah (diktator) adalah pemimpin yang menggunakan politik tangan besi terhadap rakyatnya dengan memaksakan rakyat meskipun tidak di sukai oleh rakyatnya.

Dari Abu Layla al-Asy’ari bahwa Rasulullah Saw bersabda:

وسَيأتي أُمَرَاءُ إنْ اسْتُرْحِمُوا لَمْ يَرْحَمُوا، وإنْ سُئِلُوا الحَقَّ لَمْ يُعْطُوا، وإِنْ أُمِرُوا بالمَعْرُوفِ أَنْكَرُوا، وسَتَخَافُوْنَهُمْ وَيَتَفَرَّقَ مَلأُكُمْ حَتى لاَ يَحْمِلُوكُمْ عَلى شَيءٍ إِلاَّ احْتُمِلْتُمْ عَلَيْهِ طَوْعاً وَكَرْهاً، ادْنَى الحَقِّ أَنْ لاَ تٌّاخُذُوا لَهُمْ عَطَاءً ولا تَحْضُروا لَهُمْ في المًّلاَ

Ertinya:
“Dan akan datang para pemimpin, jika mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka tidak mengasihani; jika mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka tidak menunaikannya; dan jika mereka disuruh berlaku adil mereka menolak keadilan . Mereka akan membuat hidup kalian dalam ketakutan; dan memecah-belah tokoh-tokoh kalian. Sehingga mereka tidak membebani kalian dengan suatu beban, kecuali mereka membebani kalian dengan paksa, baik kalian suka atau tidak. Serendah-rendahnya hak kalian, adalah kalian tidak mengambil pemberian mereka, dan tidak kalian tidak menghadiri pertemuan mereka.” (HR. Thabrani).

7. Para penguasa zindik (berpura-pura iman).

Dari Ma’qil bin Yasar bahwa Rasulullah SAW bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُومٌ، وَكُلُّ غَالٍ مَارِقٍ.

Ertinya:
“Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa’atku: pemimpin yang bertindak zalim (terhadap rakyatnya), dan orang yang berlebihan dalam beragama hingga sesat dari jalan agama.” (HR. Thabrani).

8. Pemimpin yang banyak  menipu rakyatnya.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ.

Ertinya:
“Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan dan kebohongan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang jujur, yang orang yang jujur dianggap pembohong; pada tahun-tahun tersebut para  pengkhianat dianggap orang yang amanah, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (Dalam riwayat lain disebutkan, ruwaibidhah itu adalah “orang fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik” dan “al-umara (pemerintah) fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik”) (HR Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Bazzar).

Wahai saudaraku sekalian ingatlah tanda-tanda Rasulullah  di atas. Mari kita merenung sejenak adakah tanda-tanda tersebut sudah  nampak kepada  pemimpin islam kita ???

Ya Allah tunjukkan para pemimpin kami pada jalan yang lurus,  jalan yang Engkau Redhai. Jauhkan kami dari fitnah mereka yang akan  menimpa diri kami. Mudah-Mudahan kehidupan kami berada dalam Rahmat dan kasih sayang -Mu.  Aamiinn Yaa Robbal ‘Aalamiin !!!!!

USM – Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH. 
(Shah Alam,  Ahad 10 Safar 1437 H)
.
(Shah Alam, Ahad 22 November 2015).

Jangan Lupa Klik Sini
Tips untuk menjadi pelajar yang berjaya 1. Kita mesti percaya bahawa kita pada asalnya berjaya
Intipati Kuliah Subuh Ustaz Halim Nasir al Hafiz di Masjid Husnul Khatimah, Kg Semerah Padi.
Apa yang menarik tentang burger king menyarung castom Mc Donald. Ini berlaku di ketika perayaan Halloween
Kalau di Sarawak amalan suap menyuap suami isteri dimulakan semasa persandingan. Kini barulah saya faham

Leave a Comment

CommentLuv badge

%d bloggers like this: