buku

Empat jenis pendakwah (daei)

​Ustaz Muzakir Zoriat:

07 Syawal 1437H

12 Julai 2016M


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ
بِسْمِ  ٱللَّهِ  ٱلرَّحْمَـنِ  ٱلرَّحِيم
Empat jenis pendakwah (daei)
Bagi seorang Muslim, dakwah merupakan kewajiban yang tidak boleh dipandang ringan. Kewajiban dakwah merupakan suatu yang tidak boleh dihindarkan dari kehidupan. Dakwah melekat erat bersamaan dengan pengakuan dirinya sebagai seorang Muslim. Orang yang mengaku sebagai Muslim, dia menjadi seorang pendakwah.  Sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya, “Sampaikanlah dariku walau satu ayat”. Atas dasar ini, dakwah merupakan bahagian penting dalam kehidupan seorang muslim. 
Ada empat kategori pendakwah:
Pertama, seperti air hujan, berdakwah ke tempat manapun, tidak memilih-milih lokasi, kaya atau miskin, tua atau muda, muslim atau kafir dan sebagainya.
Allah SWT berfiman:

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kerana kamu) menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah…”

(Ali Imran: 110)
Lihat juga surah An-Nahl:  82 dan 125, Al Ghasiyah: 21-22, Ali Imran: 104, An-Nisa: 95-96, Yusuf: 108, Fusshilat: 33, As-Shaf: 10-13.
Dalam hadith Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila umatku sudah meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar maka tercabutlah bagi mereka keberkahan wahyu”.

(Hadith Riwayat Al-Hakim dan At-Tirmidzi).
Kedua, seperti air sumur, orang-orang mendatangi ulama untuk mendapatkan ilmu, hikmah, faedah. Firman Allah dalam Surah Fathir ayat 28 yang bermaksud:

“Diantara hamba-hamba Allah yang takut kepadaNya, hanyalah para ulama…”
Lihat juga Surah At-Taubah, 122, Al-Ahzab, 39, Al-Haj, 54. Rasulullah SAW bersabda:

“Ulama itu para penerima amanah Rasul selama tidak bergelimang dengan kekuasaan, dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan. Apabila mereka dikendalikan oleh kekuasaan dan menjadikan dunia sebagai tujuannya, sungguh mereka telah berkhianat pada para Rasul. Hati-hatilah menghadapi mereka”.

(Hadith Riwayat Uqaily)
Ketiga, seperti air pam, berdakwah jika dibayar, jika tidak dibayar dia tidak mahu berdakwah, seperti air pam yang tersumbat. Allah SWT berfirman:

“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca kitab? Tidakkah kamu mengerti”.

(Al-Baqarah: 44)
Lihat juga surah Al-Baqarah, 174-175 dan Ali Imran, 187. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang mencari ilmu (yang dengan ilmunya tersebut ) hanya untuk pandai berdebat dengan para ulama atau untuk membodohi/mengelabui orang-orang bodoh, atau hanya ingin mendapatkan kemuliaan manusia (dengan menjadi terkenal) maka Allah akan memasukkannya ke dalam api neraka”.

(Hadith Riwayat At-Tirmidzi)
Keempat, seperti air kotor, dakwah bercampur dengan maksiat, dia berdakwah tapi juga melakukan perbuatan dosa, maksiat dan kezaliman. 
Firman Allah dalam Surah As-Shaf: 2-3 menjelaskan:

”Wahai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan ? (Itu) sangatlah dibenci disisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”.
Rasulullah saw bersabda:

“Jika seorang alim tidak mengamalkan apa yang diketahui, orang alim tersebut akan masuk neraka”.

(Hadith Riwayat Ad-Dailamy)
Dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah SWT tidak mencabut ilmu secara langsung dari hati hamba-hambaNya, akan tetapi Allah mencabut ilmu itu dengan cara mewafatkan para ulamanya, sehingga tidak ada seorang pun yang tertinggal di kalangan mereka. Dan pada waktu itu umat manusia menjadikan pemimpin mereka dari orang yang bodoh; yang apabila mereka ditanya, maka mereka memberikan fatwa tanpa didasari ilmu, sehingga mereka tersesat dan menyesatkan”.

(Hadith Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Jika kita merujuk apa yang diucapkan Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Pada akhir zaman akan datang suatu kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka mengutip ucapan manusia terbaik (Nabi SAW), tetapi tidak melepasi tenggorokan mereka (tidak di amalkan). Mereka tercabut dari agama sebagaimana anak panah terca
but dari busurnya. Ketika Rasulullah Isra’ Mikraj, baginda melihat orang-orang yang dipotong lidah mereka dengan pemotong dari api.

”Lalu aku bertanya, siapa mereka itu ya, Jibril? ”Mereka adalah para daei dari umat kamu yang menyuruh berbuat kebajikan tetapi lupa diri mereka sendiri”, jawab jibril.
Justeru, semoga kita dijauhkan dari kategori daei air pam dan air kotor.
Wallahu’alam..

Jangan Lupa Klik Sini
Tips untuk menjadi pelajar yang berjaya 1. Kita mesti percaya bahawa kita pada asalnya berjaya
Intipati Kuliah Subuh Ustaz Halim Nasir al Hafiz di Masjid Husnul Khatimah, Kg Semerah Padi.
Apa yang menarik tentang burger king menyarung castom Mc Donald. Ini berlaku di ketika perayaan Halloween
Kalau di Sarawak amalan suap menyuap suami isteri dimulakan semasa persandingan. Kini barulah saya faham

Leave a Comment

CommentLuv badge

%d bloggers like this: